website tracking BPJS Kesehatan Meluncurkan DETAK Biar Mempermudah Pemerintah Daerah untuk Pengambilan Kebijakan Bersama - teknologmuda.com

BPJS Kesehatan Meluncurkan DETAK Biar Mempermudah Pemerintah Daerah untuk Pengambilan Kebijakan Bersama

BPJS Kesehatan Meluncurkan DETAK Biar Mempermudah Pemerintah Daerah untuk Pengambilan Kebijakan Bersamateknologmuda.comHay sahabat semuah kembali lagi dengan saya admin di sini saya akan membahas mengenai Sebuah Program Agunan Kesegaran Nasional-Kartu Indonesia Sehat (Jkn-Kis), BPJS Kesegaran meluncurkan data sampel 2015-2020 yang bisa diakses oleh publik.

Data sampel ini berupa data generik dan data kontekstual yang diharapkan mampu menopang publik baik peneliti maupun pemangku kebijakan memotret pengelolaan Program Jkn-Kis yang sebentar lagi memasuki th ke-9.

Tak hanya itu, BPJS Kebugaran juga meluncurkan DETAK atau Dashboard Penilaian Penyakit Kronis. Nantinya, dashboard ini bisa diakses oleh Pemerintah Area untuk tahu taraf prevalensi dan insiden berasal dari dua penyakit kronis primer (Mother of desease) yaitu Diabetes Melitus (Dm) dan Hipertensi (Ht). DETAK diharapkan sanggup mendukung Pemerintah Area didalam pengambilan kebijakan strategis bidang kesegaran di wilayahnya.

“Data sampel, dashboard Detak, yang kami luncurkan hari ini merupakan bagian berasal dari upaya kita didalam mendorong engagement rakyat, agar semua pemangku kepentingan mampu dengan-serupa memanfaatkan aset data itu untuk menambah mutu dan kuantitas rekomendasi kebijakan berbasis evidence-based policy,” ujar Direktur Primer BPJS Kebugaran, Ali Ghufron Mukti didalam Peluncuran Data Sampel dan Webinar bertemakan Tingkatkan Penemuan Kolaboratif Lewat Explorasi dan Analisis Maha Data BPJS Kebugaran.

Lebih lanjut Ali Ghufron mengatakan bahwa data sampel yang diluncurkan year 2021 ini, berupa data sampel generik yang mewakili semua data kepesertaan maupun pelayanan kebugaran yang ada di BPJS Kebugaran sepanjang year 2015 hingga dengan tahunan 2020.

“Data ini udah dijalankan standardisasi dan ekstraksi untuk mempertahankan kualitas data. Tak hanya itu data generik ini berisi berita antara lain ciri individu peserta, fasilitas kesegaran, penaksiran, type layanan dan biaya dengan tetap berpedoman pada bantuan kerahasiaan data peserta/pasien,” ujar Ghufron.

Tidak cuman itu, Lanjut Ali BPJS Kebugaran sudah menyiapkan data sampel kontekstual yang diambil berasal dari populasi peserta yang melaksanakan kunjungan ke fasilitas kebugaran dengan penaksiran Diabetes Mellitus (Dm).

“Pemakaian data sebagai evidence-based policy juga ditunaikan oleh penyelenggara agunan kesegaran di sebagian negara yaitu Korea Selatan lewat Nhis-National Sample Cohort dan National Health Insurance Research Database (Nhird) di Taiwan. Lewat data sampel yang disediakan BPJS Kebugaran, diharapkan bisa menambahkan kontribusi didalam mempercepat pembangunan kebugaran di Indonesia khususnya di dalam penyelenggaraan Program Jkn-Kis,” kata Ghufron.

Pas itu, Wakil Menteri Kesegaran Ri, Dante Saksono Harbuwono yang hadir di dalam aktivitas itu mengungkapkan peluncuran data sampel BPJS Kesegaran ini merupakan hal yang mutlak kudu dijalankan.
Ia melanjutkan bahwa Kementerian Kesegaran berkomitmen berkenaan transformasi platform kebugaran dengan salah satu pilar penopang yakni teknologi kesegaran. Transformasi teknologi kesegaran berfokus pada 3 kesibukan prioritas, yaitu integrasi data yang dirancang untuk menunjang keakuratan pengambilan kebijakan, yang kedua adalah integrasi dan pengembangan platform aplikasi pelayanan kesegaran dan yang ketiga adalah pengembangan ekosistem teknologi kesegaran.

“Di dalam Jkn, terdapat data kesegaran individu maupun rakyat yang mampu diintegrasikan, agar kami mampu mempertajam dan mengoptimalkan layanan JKN di era mendatang, memperbaiki layanan, program, dan juga pembiayaannya. Kemenkes juga sedang membangun arsitektur Satu Data Kebugaran untuk mengintegrasikan data kebugaran JKN dengan data berasal dari instansi lain. Tak hanya itu, planning interoperabilitas juga kudu dipercepat pelaksanaannya supaya Kemenkes dan BPJS Kebugaran lebih efisien didalam mengelola data,” kata Dante.

Selagi itu, Direktur Teknologi dan Kabar BPJS Kesegaran Edwin Aristiawan mengatakan selagi ini lebih berasal dari 50 miliar row yang tersimpan didalam sistem big data JKN BPJS Kesegaran, dan akan sulit bagi stakeholder untuk mengolahnya, agar diperlukan pembentukan data sampel yang sanggup dimanfaatkan bersama dengan.

Keseluruhan data sampel yang diluncurkan pada hari ini adalah sebanyak 28,1 juta record/baris. Terdiri berasal dari 2.200.960 sampel data kepesertaan, dan juga data pelayanan meliputi pelayanan di Fasilitas Kebugaran Taraf Pertama (Fktp) dengan kapitasi dan non-kapitasi, aspek pelayanan di Fasilitas Kesegaran Rujukan Taraf Lanjutan (Fkrtl) dan aspek pelayanan FKRTL dengan penaksiran sekunder.

Cara Akses

Edwin Aristiawan menjelaskan untuk membuka data sampel, rakyat bisa mengajukan permohonan kepada Pejabat Pengelola Berita dan Dokumentasi (Ppid) BPJS Kebugaran dengan melampirkan surat pengantar berasal dari instansi, formulir permohonan kabar publik, fakta integritas, proposal penelitian, dan salinan (Fotocopy) bukti diri diri layaknya Ktp.

Penduduk juga sanggup mengajukan permohonan lewat portal e-ppid BPJS Kesegaran. Kelanjutannya, BPJS Kebugaran akan memverifikasi berkas permohonan itu. Jika lengkap, PPID BPJS Kesegaran akan menyerahkan data sampel kepada pemohon.

Baca juga

“Tak hanya melalui Ppid, penduduk juga bisa terhubung data sampel lewat Portal Data JKN yang bisa diakses pada https://data.bpjs-kesegaran.go.id. Tapi sebelum login, rakyat perlu melaksanakan pendaftaran terlebih pernah untuk beroleh akses ke data yang dibutuhkan.

Hal ini untuk memastikan transaksi data ke luar termonitor dengan baik dan disesuaikan dengan tata kelola data berdasarkan regulasi yang berlaku,” kata Edwin.

Edwin juga mengimbau rakyat untuk selalu waspada mengenai keamanan info lewat penerapan pengelolaan yang disesuaikan dengan best-practice atau framework yang terpercaya.
Hal ini dilaksanakan untuk menghindari ancaman pada penyalahgunaan keamanan kabar dan Bantuan Data Pribadi (Pdp).

Didalam peluncuran data sampel itu, juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas BPJS Kebugaran Achmad Yurianto, dan juga aktivitas webinar yang menghadirkan narasumber yaitu Team Penyusun Data Sampel BPJS Kebugaran dr. Iwan Ariawan, peneliti berasal dari FKM Universitas Indonesia Profesor Budi Hidayat dan Dr. Diah Ayu Puspandari, peneliti berasal dari FKKMK Universitas Gadjah Mada.

Akhir Kata..

Demikian pembahasan  yang bisa admin sampaikan semoga artikel ini bisa bermanfaat, sekian dan terimakasih

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.