Nilai Rupiah Berpotensi Menguat di Tengah Penantian Data Inflasi

teknologmuda.com – Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,32Persen ke level Ro 14.213 per dolar AS pada perdagangan pasar spot pagi ini. Meski demikian, nilai tukar diramal menguat di sedang penantian rilis data  inflasi yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (Bps).

Mengutip Bloomberg, kurs garuda berbalik menguat ke level Rp 14.210 pada pukul 09.35 Wib. Kendati demikian level itu masih jauh berasal dari penutupan pekan lalu di posisi Rp 14.168 per dolar As.

Mayoritas mata uang Asia lainnya melemah. Yen Jepang tercatat melemah 0,11Persen, dolar Hong Kong 0,01Prosen, dolar Singapura 0,06Persen, dolar Taiwan 0,17Persen, won Korea Selatan 0,75Persen, peso Filipina 0,05Prosen, ringgit Malaysia 0,15Persen, bath Thailand 0,16Persen. Sedangkan rupee India menguat 0,05Prosen bersama dengan yuan Cina 0,01Prosen.

Analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto memperkirakan nilai tukar menguat di kisaran Rp 14.134 per dolar As, dengan potensi pelemahan di level 14.196.&Nbsp; “Jika inflasi rendah memperlihatkan bahwa real interest rates kami masih menarik dan ada potensi capital inflow,” kata Rully kepada Katadata.Co.Id, Senin (1/11).

Rupiah Berpotensi Menguat di Tengah Penantian Data Inflasi

Bank Indonesia (Bi) sebelumnya memperkirakan harga-harga barang dan jasa akan ulang naik tapi stabil. Bank sentral memprediksi Indeks Harga Konsumen (Ihk) Oktober mengalami inflasi 0,10Persen secara month-to-month (Mtm), secara th kalender sebesar 0,91Persen dan secara th 1,64Persen.

Inflasi bulan ini terutama disumbang inflasi pada cabai merah 0,07Persen. Tidak cuman tersebut minyak goreng juga menyumbangkan inflasi sebesar 0,04Persen, rokok kretek filter sebesar 0,02Prosen, dan juga cabai rawit, daging ayam ras, dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,01Persen.

Senada dengan Rully, analis pasar uang Ariston Tjendra juga memperkirakan inflasi bulan ini bisa berdampak positif pada konvoi nilai tukar. Kendati demikian sentimen eksternal berasal dari kedap Komite Pasar Terbuka Federal (Fomc) pekan ini berpotensi menekan rupiah.

Ia Memprediksi rupiah akan tertekan di kisaran Rp 14.200, dengan potensi penguatan di kisaran Rp 14.150 per dolar As. “Pasar menantikan pemberlakuan tapering dan besarannya supaya mungkin nilai tukar regional terhitung rupiah bisa mengalami tekanan mengantisipasi rendezvous Fom,” kata Ariston kepada Katadata.Co.Id, Senin (1/11).

Berdasarkan notulen kedap FOMC September, The Fed berencana mengumumkan langkah tapering off alias pengetatan stimulus pada rendezvous pekan ini. Tapering berupa pengurangan pembelian aset senilai Us$ 15 miliar berasal dari pembelian rutin Us$ 120 miliar.

Mengacu pada notulen kedap itu, bisa saja tapering akan dimulai paling cepat pertengahan November atau Desember. Meski demikian mereka berulang kali menegaskan bahwa langkah itu tidak ada kaitannya dengan kenaikan suku bunga yang hingga sementara ini belum tentu kapan akan dimulai.

Pas pasar mengantisipasi kenaikan bunga acuan AS pada paruh kedua th depan. Keliru satu pertimbangan primer kenaikan bunga sebab ekspektasi inflasi tinggi yang masih akan bertahan lama sampai tahunan depan.

Di sisi lain, Ariston juga menyebut rupiah masih berpeluang menguat sejalan membaiknya sentimen pada aset berisiko. Ini terindikasi berasal dari indeks saham primer Asia yang terpantau menghijau pagi ini. “Penguatan indeks dipengaruhi oleh hasil positif laporan penghasilan corporate yang terdaftar di sedang pandemi,” kata Ariston.

Sebagian indeks Asia yang menguat antara lain, Nikkei 225 Jepang 2,25Prosen, Kospi Korea Selatan dan Kse-100 Pakistan sebesar 0,5Prosen, Taiex Taiwan 0,41Persen, Strait Times Singapura 0,67Prosen.

Sedangkan pelemahan pada indeks Shanghai SE Composite Cina 0,20Persen, Hang Seng Hong Kong 1,03Persen, Nifty 50 India 1,04Prosen, Thait Set 50 Thailand 0,20Persen.

Adapun bursa primer AS juga ditutup menguat pekan lalu. Tercatat, Dow Jones Industrial naik 0,25Prosen, S&Amp;P 500 sebesar 0,19Persen dan Nasdaq Composite 0,33Prosen.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *