Ketahui Skema Bank Garansi dan Apa Saja Manfaatnya

0
skema bank garansi

Bagi yang belum begitu paham mengenai bank garansi, maka kali ini akan dijelaskan skema bank garansi agar pengguna juga mudah dalam memahaminya. Skema sendiri merupakan gambaran atau kerangka dari bank garansi tersebut. Jadi, pengguna dapat menyimak penjelasannya.

Skema Layanan Bank Garansi

Bank garansi sendiri merupakan suatu jenis layanan yang kerap digunakan oleh sebagian besar dari kalangan bisnis maupun pihak yang hendak melakukan proyek dengan orang lain. Setiap pihak akan mendapatkan jaminan yang pasti bila menggunakan layanan ini. Sehingga semua pihak merasakan keuntungan.

Jadi pihak yang memiliki kewajiban untuk membayar atau memberi bayaran dapat memastikan bahwa orang yang dibayar atau orang yang diajak kerja sama melakukan tugasnya. Selain itu pihak yang dijamin pembayaran akan pasti mendapatkan haknya, yakni pembayaran sesuai dengan kontrak proyek yang dikerjakan.

Dengan begini setiap pihak yang ikut dalam proyek ini akan mendapatkan masing-masing haknya. Juga akan dijamin mengenai pelaksanaan tugas yang sesuai dengan proyek yang sedang digarap. Dalam skema ini pun ada tiga pihak yang terlibat di dalamnya.

Pihak yang Ikut Terlibat dalam Skema Bank Garansi

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa ada tiga pihak yang ikut terlibat dalam skema bank garansi yang perlu diketahui. Dari ketiga pihak ini, semuanya ikut andil dan juga akan dapat terjamin haknya dalam proyek yang sedang dijalankan. Berikut adalah ketiga pihaknya:

1. Pihak Penjamin

Salah satu pihak yang terpenting dalam bank garansi ini adalah pihak Penjamin. Pihak Penjamin ini bisa dikatakan sebagai penyedia jaminan atau dari pihak bank. Dengan kata lain pihak penjamin ini akan memberikan jaminan pada nasabahnya.

2. Pihak Terjamin

Jika ada pihak penjamin maka tentunya ada juga pihak Terjamin. Jadi pihak Terjamin ini adalah nasabah yang mengajukan jaminan ke pihak penjamin atau bank. Jadi nasabah akan meminta jaminan untuk melakukan perjanjian dengan pihak lain.

3. Pihak Penerima Jaminan

Dalam skema ini pihak terakhir adalah pihak yang menerima jaminan yang diberikan oleh pihak penjamin atas permintaan pihak terjamin. Jadi pihak penerima jaminan ini adalah pihak ketiga yang melakukan perjanjian dengan pihak terjamin. Juga yang menerima jaminan dari bank tempat pihak terjamin mengajukan jaminan.

Pihak ketiga ini akan menerima jaminan jika sewaktu-waktu terjadi wanprestasi dalam proses perjanjian bersama dengan pihak terjamin. Dengan begitu pihak penerima jaminan akan menerima ganti rugi apabila hal tersebut benar-benar terjadi. Jadi ketiga belah pihak sama-sama untung.

Fungsi dari Bank Garansi

Bila sudah paham dengan penjelasan mengenai bank garansi maka tentunya pengguna sudah mendapat gambaran akan manfaat yang akan didapatkan. Namun jika masih belum paham atau kurang jelas maka akan disebutkan beberapa manfaatnya. Beberapa manfaat tersebut akan diuraikan di bawah ini.

1. Memberikan Jaminan Pembayaran

Salah satu manfaat dan yang terpenting dalam hal ini adalah manfaatnya yang akan memberikan jaminan pembayaran. Sehingga pihak terjamin ini tidak perlu khawatir jika pihak penerima jaminan tidak akan membayar. Sebab semua sudah diatur oleh pihak penjamin.

2. Jaminan Berupa Selesainya Proyek Sesuai dengan yang Disepakati

Manfaat kedua yang akan didapatkan jika menggunakan bank garansi adalah akan mendapatkan jaminan bahwa proyek akan selesai sesuai dengan yang disepakati. Jadi penjamin tak hanya memberikan jaminan pada terjamin saja. Namun juga pada penerima jaminan alias pemilik proyek yang dijalankan

Demikian adalah skema bank garansi yang bisa pengguna jadikan sebagai referensi. Kesimpulan di atas dari pihak yang sudah disebutkan pihak penjamin adalah pihak bank. Sedang pihak terjamin adalah orang yang akan mengerjakan proyek dan pihak penerima jaminan adalah pemilik proyek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *